Berwajah
teduh,
Mendaduh-daduh
bayi dalam pangkunya
serupa
kampuh;
selimut
kasih yang tiada meredup, cinta yang tak henti meregup.
Perempuan
itu,
tak
suka mencium gincu, atau sekadar memoles bedak.
Yang
di kepalanya ketika di rumah:
bagaimana
keadaan sawah.
Yang
di kepalanya ketika di sawah:
laku
apa anak-anaknya di rumah.
Perempuan
itu
tak
pernah lahap buku feminisme
tak
pernah cecap teori-teori gender
dan
segala ideologi tentang perjuangan kelas kaumnya.
Tapi
ia mengasah otot saban harinya
pikul-memikul
cangkul berbareng suaminya.
Ia
memasak, mengasuh anak-anak,
juga
bekerja di petak-petak.

