Selasa, 22 Mei 2012

Perempuan Pendedah Raudah

Berwajah teduh,
Mendaduh-daduh bayi dalam pangkunya
serupa kampuh;
selimut kasih yang tiada meredup, cinta yang tak henti meregup.

Perempuan itu,
tak suka mencium gincu, atau sekadar memoles bedak.
Yang di kepalanya ketika di rumah:
bagaimana keadaan sawah.
Yang di kepalanya ketika di sawah:
laku apa anak-anaknya di rumah.

Perempuan itu
tak pernah lahap buku feminisme
tak pernah cecap teori-teori gender
dan segala ideologi tentang perjuangan kelas kaumnya.

Tapi ia mengasah otot saban harinya
pikul-memikul cangkul berbareng suaminya.

Ia memasak, mengasuh anak-anak,
juga bekerja di petak-petak.

Senin, 14 Mei 2012

Sholat Kemanusiaan

Gusti,
sajadah-sajadah wewangian ini
kami bentangkan sepanjang rumah-rumahMu

Demi
menjadi makhluk suci di hadapMu

Gusti,
jidat-jidat basah ini
kami kawinkan dengan tanah
sepanjang kiblatMu

Haji Trendi

ku dengar baik-baik
kabar-kabar yang mengemuka
tentang saudara dan tetangga
baru pulang dari menunai ibadah
ke tanah suci

ku dengar baik-baik
ceritera-ceritera yang digaung-gemakan
penuh bangga
tak jarang juga terdengar berlebih rasa
tentang pengalaman menakjubkan
selama masa ibadah mereka

ku terima baik-baik
segala buah tangan para haji itu
entah asli kota suci
atau sesungguhnya beli di tanah air saja

ku tinggal baik-baik
para haji itu
sebab tamu-tamu lain mengantre
hendak minta oleh-oleh haji:
berkah doa, buah tangan penghias muka, jua ceritera-ceritera

ku cermat baik-baik
berapa juta orang di negeri ini
telah menunai haji mereka ?

Jumat, 20 April 2012

Sebungkus Kado Kehadiran


Aku menghirup luka
ketika sepasang matamu duduk di bangku depan
sebuah kendara membawamu pulang

Sedang mataku selalu ingin
ber-empat-an saja dengan matamu
berdekatan seperti sajak dan tanganku

Kaukah itu
yang pulang sambil meragu-ragu
Akukah itu
yang jadi bisu
sedang ribuan kalimat minta dimuntah ke pangkumu

Selalu sabar engkau
mendengar dengung gelisahku
Selalu aku
takut akan diriku

Takut tak bisa benar-benar,
menghadir setangkup senyum di bibirmu

Sedang kau adalah tamu agungku
sedang kau adalah
rindu yang menggugu

Kehadiranmulah
sebungkus kado paling megah
Kehadiranmulah
selagu nada yang paling sumringah

Oi, pemilik wajah teduh
Maaf-maafkanlah aku,
Terima kasihlah aku ini kepadamu
kedatangan menawan
menawar kembang dalam rindang
menukar tenang hingga menjulang

Sungguh,
Inilah sebenar-benarnya kebahagiaan
Inilah kado kehadiran yang rupawan
Percayalah,
kau tak butuh kehendak untuk meragu,
terhadapku.

Rumah Kenangan, 20 April 2012, 00:23

Minggu, 15 April 2012

Kehidupan

Apakah kehidupan itu  ?
ia kah bohlam yang tak kunjung khatam ?
sedang di altar rumahku,
lilin-lilin kecil menari telanjang terang-kelam

Dalam kehidupan, 
pemikiran bisa menjelma harimau
sedang realitas adalah kandang yang menghalau.

apakah kehidupan itu?

Senin, 09 April 2012

Tuhan, kepada siapa Engkau berpihak ?

Tuhan,
Jujur saja padaku

Kepada siapa Engkau berpihak ?

kaum islamophobia
ataukah westophobia ?

kaum islamophobia itu
gemar sekali menjelek-jelekkan agama yang dipikul kekasih-Mu

mereka bilang

Minggu, 08 April 2012

Tuhan di Atas Tuhan

Jiwa si Hasan,
sebelum ia mengasah akal  soal marxisme komunisme sosialisme
yang dituliskan Achdiat dalam Atheis-nya
rupanya berkembang biak
hingga sezaman ini
persis buih-buih yang tiap gelembungnya
meronta-ronta untuk terus dilahirkan.

Si Hasan
berkenalan dengan agama sejak kecilnya
            dari gema dongeng sorga neraka.

Si Hasan
berkenalan dengan agama
dari ritual-ritual vertikal semata
sedang yang horizontal,
sembunyi di ketiak orang tuanya.

Rabu, 28 Maret 2012

Neraka dalam Rumah Tanggamu, Kelak

Untuk Seseorang.

Kau hendak berkata
kerumitan-kerumitan itu
Mendesakmu untuk menuju gerbang bercat putih
Kau bilang itu solusi terbaik

Kau hendak berkata
Keterpaksaan yang kau tuju
Adalah demi melihat
senyum di bibir ibu dan keluargamu

kau hendak berkata
pernikahan –yang penuh keterdesakan- yang hendak kau bangun
adalah demi membuat
gembira muka-muka orang di sekelilingmu

Tetapi

Kau lupa, bangunan sakral itu
Hanya bercat putih di gerbangnya saja

Segera setelah kau masuk ke dalamnya
Hitamlah yang kau bakal terima

Kamis, 22 Maret 2012

Memasung Tuhan

Barangkali,
air bah duka telah ngalir dari tanah Arsy
tanah tempat Tuhan menitah Ibrahim
untuk mengenalkan Yang Maha kepada manusia
tanah tempat Tuhan mengutus Musa 
untuk membebaskan perbudakan manusia
tanah tempat Tuhan menurunkan Isa
untuk menyebar agama sebagai kasih di dunia
tanah tempat Tuhan menyeru Muhammad
untuk menggelora agama sebagai jalan keluar penindasan antar-manusia

Barangkali,
Umat-umat segala nabi sedang lupa pada tujuan,

mengapa Tuhan mencipta merah-kuning-hijau,
ras hitam ras putih,
akal-hati,
bulan-matahari
senja-pagi.

umat-umat segala Nabi sedang lupa pada tujuan,

mengapa Tuhan mencipta beda-beda ke muka manusia.


Barangkali ya barangkali
Kita telah memasung Tuhan,
Mengangkat pedang
menjauhi penafsiran
Mengunggul keliaran
menjauhi kasih dan senyuman
Mengagungkan simbol dan tatanan
melupa hati dan pikiran
Menggema otot dan teriakan
membuta duduk bersama dalam perbedaan

Barangkali ya barangkali
kita sedang memasung Tuhan
demi
menjadi
Tuhan
itu 
sendiri.


Minggu, 18 Maret 2012

Munajat Kaum Binatang

(Liputan eksklusif dari pertemuan rahasia
Masyarakat Binatang Peduli Alam)

Syahdan;
Di suatu malam yang senyap
ketika malaikat rahmat turun menawarkan ampunan
dan sekalian manusia lelap,
Para binatang dari berbagai etnis dan golongan
yang masih tersisa di muka bumi --
dari golongan binatang buas, binatang air, unggas
ternak, serangga, dan segenap binatang melata--
diam-diam berkumpul di padang gersang terbuka
yang dahulu merupakan rimba belantara
tempat tinggal mereka
untuk membicarakan nasib mereka
kaitannya dengan kelakuan dan perlakuan manusia
yang kezalimannya semakin merajalela.

Share It